Masyarakat Pembelajar : Pengusaha UKM jangan berbisnis ala Rambo

http://www.wartakota.co.id/detil/berita/62245/UKM-Jangan-Berbisnis-Ala-RamboUKM

Komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Barat dan Masyarakat Pembelajar (MP) mengadakan pelatihan bisnis guna meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah (UKM). Sektor UKM perlu meningkatkan kemampuan SDM-nya supaya bisa lebih kompetitif di pasar.

“Pengusaha UKM jangan berbisnis ala Rambo. Tapi harus melengkapi diri dengan ilmu dan strategi bisnis yang jitu agar bisa menaklukkan tantangan pasar dengan efektif dan efisien,” ujar Nuh Bayu Putra salah seorang pemilik MP.

Pelatihan pertama dengan tema “Art of Selling” diadakan untuk meningkatkan penjualan UMKM. Kegiatan tersebut diselenggarakan sekaligus untuk menandai pre launching Masyarakat Pembelajar, pekan lalu. Rencananya, launching MP akan diadakan dalam waktu dekat ini, dengan melakukan gebrakan lainnya, yakni, memberikan pelatihan kepada pengamen agar mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Masyarakat Pembelajar yang didirikan oleh Henri Kristiantoro, Nuh Bayu Putra, dan Teenu Chandra Jiriadana itu bukan sekadar untuk mengejar profit bisnis, tapi yang lebih penting dapat memberikan sesuatu yang bermanfaatkan bagi peningkatan kualitas SDM Indonesia.
“Kami sengaja memilih segmen menengah bawah. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya UKM. Dengan pelatihan yang diselenggarakan MP, sektor UKM juga dapat meningkatkan attitude (pelayanan) kepada customer, pelanggan agar mereka bisa bersaing dengan produk-produk sejenis dari luar negeri,” ujar Henri Kristiantoro.

Dikatakan, kegiatan tranning atau pelatihan seperti leadership, motivasi, dan selling di Indonesia masih relatif mahal. Harganya berkisar Rp 500.000 sampai Rp 5.000.000. Oleh karena itu karyawan, satpam, office boy, tak tersentuh tranning. Di perusahaan-perusahaan menengah besar yang diberikan tranning juga terbatas pada level manager. “Padahal pengusaha UKM, karyawan, office boy dan satpam, juga membutuhkan tranning agar mereka dapat meningkatkan kualitas hidup dengan bekerja lebih cerdas,” tambah Teenu Chandra Jiriadana, mantan dosen psikologi Universitas Indonesia (UI).

Menurut dia, MP sengaja memilih pangsa pasar menengah bawah agar mereka dapat bersaing, dengan memberikan pelatihan yang relatif murah, berkisar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per orang.

Dengan mengikuti pelatihan “Art Selling”, misalnya, pengusaha UKM dapat mengikuti dan menerapkan strategi berjualan yang cerdas seperti yang dilakukan perusahaan dan salesman terunggul di dunia.
Saat ini, masih banyak UKM yang berjualan ala Rambo. Mereka “menembaki” semua yang dianggap musuh (calon pelanggan) yang berada di sekitarnya secara membabi buta. Cara berbisnis seperti itu sangat tidak efektif dan efisien karena memboroskan sumber daya yang dimiliki UKM. Di sinilah diperlukan adanya art selling sehingga UKM bisa berjualan sesuai dengan target marketnya dan keunggulan produk masing-masing. “Kebanyakan pengusaha UKM hanya bekerja keras, tapi tidak bekerja cerdas sehingga mereka tidak dapat memenuhi target bisnisnya,”kata Bayu.
Bayu juga menekankan agar UKM tidak hanya memperhatikan masalah pelanggan, sebab kegiatan bisnis juga sangat dipengaruhi oleh dua faktor lainnya yang sangat signifikan, seperti perubahan dan pesaing. Perubahan teknologi, misalnya, membawa perubahan yang sangat besar bagi kehidupan manusia. “Bayangkan saja, saat ini tukang sayur berjualan sudah pake SMS. Saya juga punya kenalan pengamen, dia minta dihubungi lewat facebook sebab memiliki tiga account. Semua itu menuntut agar pengusaha selalu kreatif dan tidak bisa lagi hanya duduk manis menunggu pembeli datang,” ujar Bayu.
(Herry Sinamarata)

Share

Teh Sirih Merah Segar & Berkhasiat

Liputan Majalah Agrofarm – TehSirihMerah.com

Liputan Majalah Agrofarm

Teh Sirih Merah
Segar & Berkhasiat

SIRIH MERAH DIKENAL ORANG KARENA KEINDAHAN DAUNNYA. MENYERUPAI BENTUK HATI DAN BERWARNA MERAH KEPERAKAN JIKA TERKENA CAHAYA. TAPI TERNYATA TIDAK HANYA ITU. TANAMAN YANG TUMBUH MERAMBAT INI TELAH LAMA DIKETAHUI MEMILIKIBANYAK KHASIAT UNTUK PENGOBATAN. PENYAJIANNYA SEDERHANA. MULAI DARI DIREBUS HINGGA DIJADIKAN EKSTRAK. DAN YANG TERBARU ADA DALAM BENTUK KEMASAN TEH CELUP.

Adalah Henri Kristiantoro yang melakukan itu.CEO teh sirih merah ini berbagi cerita mengenai produk herbal ini. Ditemui Argofarm di kediamannya didaerah Meruya Selatan, Jakarta Barat, Lelaki ini bercerita banyak tentang produknya itu.
Menurutnya, semua itu berawal dari kesenangan ibunya terhadap tanaman sirih merah yang ditahun 2009 booming sebagai tanaman hias.Henri pun mulai mencari informasi ke herbalis di Yogyakarta mengenai khasiat tanaman ini. “kata mereka (Herbalis), iya, tanaman sirih merah ini bagus. Mereka juga sedang melakukan riset untuk pembuatan teh dan ekstrak herbalnya. Kemudian saya perbanyak, daunnya saya budidayakan dan saya hubungu mereka. Mereka ambil lalu dibuatlah teh sirih merah ini,” ucap dia.
Lokasi perkebunan sirih merah berada di Bntul, Yogyakarta, dengan luas lahan 200meter2. Pasca erupsi gunung merapi, abu vulkanik menutupi seluruh lahan perkebunan, sehingga tanaman herbal ini tidak dapat diolah. Namun saat ini sedang dibudidayakan lagi. Daun sirih merah yang diolah adalah daun yang memiliki kelebaran sekitar 8-12 cm, berusia 6 bulan setelah penanaman.
Teh sirih merah dikemas dalam bentuk teh sirih merah seperti teh celup biasa. Untuk menghilangkan pahitnya, maka teh sirih merah dicampur dengan beberapa tanaman herbal lainnya seperti daun teh, curcuma xanthorrhiza rhizome (temulawak), Centella herba (pegagang), Zingiberis Rhizome (jahe), Talinun sp.,dan daun pappermint. “Sirih merah ini kan pahit. Kalau direbus saja, itu rasanya pahit sekali, saya pernah coba,”aku henri.
Khasiat
Khasiat sirih merah sudah bukan rahasia lagi. Henri pun sudah merasakannya sendiri. Bapak satu anak ini sering mengalami maag akibat tingginya asam lambung. Setelah meminum air rebusan daun sirih merah, ia merasa lebih baik. Tidak hanya air rebusannya, Henri juga mengkonsumsi ekstrak sirih merah untuk pengobatannya. Hasil endoskopi yang dilakukannya setelah meminum ekstrak sirih merah, menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum meminum ekstrak tanaman herbal ini. Kini penyakit maag yang dideritanya sudah jarang kambuh.
“Bahkan ada konsumen saya, dia juga minum teh sirih merah untuk pengganti teh biasa. Kembung yang dideritanya perlahan hilang setelah rutin meminumnya setiap pagi,”tutur Henri.
Setelah mengatasi maag dan perut kembung, sirih merah terbukti menurunkan kadar gula dalam daranpada penderita diabetes. Khasiatnya dirasakan dalam kurun waktu 1-2 minggu setelah mengkonsumsi ekstrak sirih merah secara rutin. Menurut Henri, khasiat obat herbal akan terasa setelah dikonsumsi sekitar 1-2 minggu, “Kalau minumnya hanya sehari atau dua hari, belum terasa khasiatnya,” lanjut dia.
Teh ini juga berkhasiat untuk menghilangkan rasa nyeri dan pegal pada badan. Reaksinya dapat dirasakan keesokan hari setelah meminumnya. Kelebihan sirih merah adalah kandungan antiseptik, antikanker, antioksidan, serta antidiabetiknya yang tinggi berdasarkan hasil kromotogram. Kandungan antiseptiknya juga dapat mengobati radang usus.
Salah satu konsumen Henri di Bandung mengaku awalnya meminum ekstrak sirih merah untuk mengobali keputihan. Dia sudah mencoba berbagai obat herbal lainnya tapi tidak berhasil. Setelah meminum sirih ini, tidak hanya keputihan yang hilang, tetapi juga kadar kolesterolnya juga turun.
Teh sirih merah aman dikonsumsi untuk siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Henri mengatakan, anaknya pun juga meminum teh herbal ini dan tidak ada efek samping yang dirasakan hingga kini.

Pemakaian dan Penyajian
Untuk pengobatan, konsumsi maksimal ekstrak sirih merah sebanyak 3x sehari masing-masing 2 kapsul, normalnya 2x sehari Sedangkan untuk pencegahan dan menjada daya tahan tubuh, tehsirih merah atau 2 kapsul ekstraknya dapat dikonsumsi per hari.
Teh sirih merah dapatdisajilan panas maupun dingin. Kalau tidak menderita diabetes boleh ditambahkan madu atau gula seperti penyajian teh biasa.

Bisnis Herbal
Menurut Henri, bisnis herbal perkembangannya sangat bagus dan prospektif. Itu karena masyarakat mulai sadar bahwa obat-obatan kimia sebenarnya berbahaya untuk tubuh. Obat kimia hanya menyembuhkan sesaat dan merusak organ tubuh lainnya, seperti hati dan ginjal karena langsung berasal dari bahan kimia. Sedangkan obat herbal yang berasal dari bahan alami mengatasi langsung ke sumber rasa sakit, meskipun reaksinya berlangsung agak lama.
Efek sambing obat kimia lebuh besar dibandingkan obat herbal. Namun bukan berarti obat herbal tidak memiliki efek samping. Pengolahan obat herbal juga dapat dapat menimbulkan efek samping, tapi lebih kecil dan masih bisa dinetralisir oleh tubuh.
“Kenapa saya bilang masih ada efek sampingnya. Karena herbal ini kan diolah dulu. Ada bahan kimia seperti kapsulnya. Itu yang menimbulkan efek samping. Namun pada dasarnya hanya sekian 0% saja,” papar Henri.
Henri mungungkapkan, bahwa produsen sirih merah tidak hanya mengambil tanaman ini dari kebun orang tuanya karena disana juga sudah banyak petaninya. Produsen membuka peluang pada masyarakat untuk membudidayakan dengan persyaratan yang telah ditentukan. “Kalau yang di kebun ibu saya itu kan tanaman organic menggunakan pupuk kandang, dan tidak disemprot pestisida. Jadi produsen juga n=mensyaratkan seperti itu,” jelasnya.
Harga per unit untuk teh sirih merah sebesar Rp. 55.000,- dan untuk eksraknya Rp. 135.000,-. Karena penjualannya yang melalui media online, Henri mendistribusikan produk herbal ini ke beberapa agen di luar pulau Jawa seperti di kota Medan, Palembang, dan Bontang. Selain agen juga terdapat Reseller yang mem-back up Agen.
Henri Pun menekankan perlu adanya kedisiplinan menjada pola makan dan olah raga.Seperti penderita diabetes, harus disiplin mengurangi asupan gula dan karbohidrat tinggi dan juga diimbangi dengan olah raga. Menurutnya, sumber penyakit ada pada makanan. “Makanan membuat kita sakit karena konsumsinya berlebihan. Makanan Berasal dari alam, pasti obatnya dari alam. Herbal ini bagus karena berasal dari alam juga,” pungkasnya.
Rizki rahmadani.

Share

UKM Visit TDA Jakbar ke Pak Roni Yuzirman

inilah liputan dari Warta Kota saat UKM Visit TDA Jakbar

Share

Buka Bersama TDA Jakbar 13/08/2011

TDA Jakbar] Silahturahim ~ Sentuhlah ia tepat di hatinya‏

Alhamdulillah, acara silahturahim terlaksana. Hadir para punggawa TDA Jakbar, tamu dari TDA Bekasi juga. Bahkan saya bertemu dengan teman kuliah yang sdh 8thn lalu tidak bertemu.

Diawali dengan perkenalan Pak Glen dan Ibu, Pak Budi, Saya, Mas Apri dan Mbak Dona (penyiar pas fm), Pak Imam Afsori dan Ibu, Pak Zaki dan Ibu (TDA Bekasi), Pak Darul, Pak Iwan, Pak Jiran. Disusul kehadiran Mas Peni tanpa s dan Pak Prady beserta calonnya :)

Sharing berjalan seru, tak terasa sudah waktunya berbuka, setelah berjamaah sholat magrib dilanjutkan makan Nasi Liwet Parahiyangan “Kang Jiran” kebanggaan TDA Jakbar dan sudah sangat dirindukan kehadirannya :) camilan lainnya, kroket Pak Iwan, Klappetart Bu Dian, es cincau, teh Zegar Pak Glen (Zegarnya nyata dan MenZegarkan), Kue Kering nan renyah ketika dikunyah Mbak Dona, pempek, tekwan dll…
Setelah kenyang kami pulang….oh ternyata tidak karena sambil makan terjadi diskusi seru dan materi pun berlanjut makin memanas hingga tak terasa sudah pukul 20.30 jika diperkenankan, enggan kami beranjak kalo perlu hingga waktu sahur mendengarkan materi ini…terdengar hebat kan?emang top markotop dah…

Seperti biasa materi dari Pak Glen sangat berdaging, empuk, gurih, kali ini bertemakan “segmentation customer”

Apa itu segmentasi, secara teori menyebutkan bahwa segmentasi adalah membagi pasar dalam group agar kita dapat memenuhi kebutuhan pasar tersebut.
Apa tujuan segmentasi?agar kita bisa mengidentifikasi pada group mana produk kita akan dipasarkan, sehingga kita dapat lebih fleksibel dalam menentukan harga.
Dimulai dari pertanyaan sederhana yaitu who?what?why?
1. Who » siapa yang akan beli
2. What » apa yang akan mereka beli
3. Why » mengapa mereka membeli produk kita
4. Apakah pembeli menggunakan rasio (logika) atau emosional?

Hukum ekonomi berkata
“Semakin tinggi permintaan, penawaran menjadi rendah, harga akan naik dan semakin rendah permintaan, penawaran akan tinggi dan harga menjadi turun”
Secara rasional hukum ekonomi berkata demikian namun pertanyaan Pak Glen yang cukup membuka pikiran “pasar Indonesia rasional atau emosional” ternyata pasar di Indonesia adalah emosional, apa buktinya?menurut Pak Glen buktinya adalah saham, ketika harga saham anjlok orang akan beramai2 menjual padahal seharusnya saat tepat untuk membeli, sedangkan ketika harga naik orang akan beramai2 membeli.
Bukti tersebut menurut saya sekarang sedang terjadi, saham saat ini sedang lesu orang berbondong2 menjual sahamnya dan beramai2 membeli logam mulia (emas, dinar) padahal harga emas sedang melambung tajam.

Ketika pasar menganut system emosional seperti ini maka kita harus mampu masuk ke alam emosi customer kita. Oleh karenanya dengan mampu menentukan segmen produk kita maka group customer makin mengecil dan detail sehingga emosional kita semakin terasah untuk memenuhi kemauan/kebutuhan customer. Pasar diibaratkan piramida, semakin mengkerucut harga akan semakin tinggi.

Kesimpulan saya adalah segmentasi memudahkan kita menentukan harga jual produk (tinggi atau rendah). Kini mulailah kita menentukan segmentasi produk kita. Sentuhlah ia tepat di hatinyan, ia kan jadi milikmu (lagunya ari lasso)

Semangat…

Demikian sharing ala Henri King yang lain silahkan menambahkan jika ada salah dalam penyampaian mohon koreksi :)

Matur nuwun


Henri King
Learning by Doing
TehSirihMerah. com │ PuteriCantik. com
☎ 081808606113
✉ henri@tehsirihmerah. com

Share

Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Di Bulan suci ramadhan setelah kegiatan buka bersama TDA Jakbar mengadakan kegiatan sosial yang mengajak anak yatim di wilayah Jakarta Barat untuk menikmati permainan sambil belajar yaitu di Kidzania. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Hari : Senin, 22/08/2011
Jam :  11.00 – 16.00

Setelah bermain anak2 akan diajak buka puasa bersama. Yuk teman2 hadir ya agar semakin seru dan asyik, ajak serta keluarga.
Sampai ketemu disana :0

salam,

Panitia

Share