Halal Bihalal and Business Workshop “How to Start a Business”

How to start a Business  
Halal bihalal and Business workshop dengan tema ‘How to start a Business’ merupakan acara pertama TDA Jakarta Barat setelah bulan ramadhan, sekaligus sebagai ajang silahturahim antar anggotanya. Lokasi acara di House of D’light Graha Cahya Mandala, Tomang, Jakarta Barat ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang bisnis baik masih start-up maupun level growing.
Dipandu oleh seorang MC jelita dan jenaka yaitu Mia Marianne acara tersebut semakin meriah dan penuh canda tawa. Acara dibuka dengan memperkenalkan 2 pembicara, dilanjutkan dengan memperkenalkan Komunitas TanganDiAtas (TDA) oleh Ketua TDA Jakbar v.4 Riawan Tamin.
Kemudian langsung pemaparan How to start a Business oleh Glenn Sompie seorang praktisi Strategi Pemasaran, Senior Trainer di berbagai perusahaan dan Pengajar di berbagai perguruan tinggi. Glenn Sompie sendiri merupakan salah satu anggota senior TDA dan anggota Dewan Penasehat TDA Jakbar. Dalam pemaparannya yang singkat namun penuh makna, diisi dengan diskusi per kelompok tampak terlihat peserta sangat antusias mengikuti materi yang dibawakan. 
Glenn memberikan tips untuk memulai bisnis antara lain:

1) Tentukan ide dengan menyesuaikan kemampuan minat dan bakat;

2) Ciptakan visi misi yang jelas dan terstruktur;

3) Take action! Segera bertindak agar usaha yang telah direncanakan berhasil;

4) Terus belajar dan lakukan pengamatan terhadap strategi kompetitor;

5) Selalu berpikir positif terhadap setiap kegagalan.
Ia juga menegaskan bahwa kunci utama untuk sukses adalah keberanian eksekusi ide, jangan pernah takut akan kegagalan dan jalin hubungan relasi yang baik.
Selanjutnya acara pengenalan mengenai Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) oleh Reza Filander dimana KMB akan dimulai sekitar bulan Agustus 2015.
Sesi berikutnya oleh Mirza Andrian pemilik usaha Digital Marketing Agency Adconomic menjelaskan mengenai peluang pasar digital di Indonesia. Pakar digital marketing ini memaparkan dengan gamblang bagaimana memetakan pasar di Indonesia, trend dan peluang pasar online di Indonesia. Dimana terdapat peningkatan signifikan pengguna internet di Indonesia. 
Mirza menyatakan sangat disayangkan jika pebisnis belum memiliki website karena 6 dari 10 konsumen menggunakan media internet. Bahkan berdasarkan riset terdapat 28% konsumen di Indonesia menggunakan smartphones, 2% menggunakan tablet dan 15% melalui komputer. Maka ia menyarankan website bisnis haruslah mobile friendly. Masih berdasarkan riset bahwa mesin pencari terpopuler kedua setelah google adalah youtube, sehingga perlu mempertimbangan bagaimana membuat iklan video secara sederhana.
Sudahlah Anda siap mengeksekusi ide gila Anda?
– Oleh Henrikris, Kontributor TDA Jakbar –

Share