<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas TDA Jakbar</title>
	<atom:link href="http://tdajakbar.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tdajakbar.com</link>
	<description>Komunitas TanganDiAtas Wilayah Jakarta Barat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Apr 2012 09:21:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>TDAJakbar Forum : Optimize Your Social Media</title>
		<link>http://tdajakbar.com/archives/341</link>
		<comments>http://tdajakbar.com/archives/341#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 01:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[TDA Jakbar Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tdajakbar.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[TDAJakbar Forum : Optimize Your Social Media. Pesatnya perkembangan bisnis online di Indonesia merupakan hal yang luar biasa beberapa tahun belakangan. Hadirnya media sosial seperti  twitter, facebook, plurk, google plus...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tdajakbar.com/wp-content/uploads/2012/04/index.jpg"></a><a href="http://tdajakbar.com/wp-content/uploads/2012/04/index.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-346" title="index" src="http://tdajakbar.com/wp-content/uploads/2012/04/index.jpg" alt="" width="284" height="177" /></a><strong>TDAJakbar Forum : Optimize Your Social Media.</strong></p>
<p>Pesatnya perkembangan bisnis online di Indonesia merupakan hal yang luar  biasa beberapa tahun belakangan. Hadirnya media sosial seperti   twitter, facebook, plurk, google plus dll semakin menambah ramai dunia  online di Indonesia, bahkan para penggunanya mampu memanfaatkan social  media tersebut sebagai penunjang pendapatan bisnis.<br />
Nah bagaimana memanfaatkan twitter agar menjadi salah satu sumber  pendapatan bisnis kita?ingin tahu caranya?Ikuti seminarnya dengan  @pakarseo Ali Akbar, ia akan mengupas tuntas mengenai optimasi media  sosial.</p>
<p>Hanya dengan 250rb Anda mendapat :</p>
<p>1. Jurus sakti mengubah akun social media menjadi pundi2 pendapatan<br />
2. Berkesempatan mendapat berbagai doorprise menarik<br />
3. Free snack<br />
4. Menambah networking</p>
<p>Promosi untuk 75 orang pertama Rp. 250rb utk 2 orang, setelah itu kembali normal Rp. 250rb per orang.</p>
<p>Jangan sampai kehabisan @pakarseo akan mengupas tuntas Optimasi Social Media, kapan sih kegiatannya?catat ya&#8230;</p>
<p><strong>Hari : Kamis, 10 Mei 2012</strong><br />
<strong> Jam : 13.00 &#8211; 17.00</strong><br />
<strong> Tempat : Gedung BPPT Ruang Komisi 1-3, Jakarta Pusat</strong><br />
<strong> JL MH Thamrin No 8</strong></p>
<p>Buruan daftar&#8230;caranya :</p>
<p>1. Transfer biaya pendaftaran sebesar Rp. 250.000,- ke rekening BCA  3451957366 atau Mandiri 128-000-4675986 atas nama Asty Dinar Kandi  dengan disertai 3 digit terakhir nomor handphone misal Rp. 250.113,-.</p>
<p>2. Konfirmasi pembayaran ke 081808606113 atau 087886761010 dengan format  NAMA LENGKAP (spasi) NO HP (spasi) NOMINAL (spasi) KOTA contoh Henri  Kristiantoro 081808606113 Rp. 250.113 JAKARTA.</p>
<p>Informasi lebih lanjut hubungi  :</p>
<p>Agung Budi P 081283676719 (BungaHati.com)<br />
Henri Kristiantoro  081808606113 (Herbalkoe.com)<br />
Dian K Tyas 087886761010 (De-klappie.com)</p>
<p>Pantau timeline twitter<br />
@pakarseo<br />
@infoBISMAcenter<br />
@tdajakbar<br />
@HenriKris<br />
@st_kurniawan<br />
@diandeklappie</p>
<p>Terima Kasih<br />
&#8212;<br />
Henri Kristiantoro | 081808606113 | @henrikris | HerbalKoe.com</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Ftdajakbar.com%2Farchives%2F341&amp;t=TDAJakbar%20Forum%20%3A%20Optimize%20Your%20Social%20Media" id="facebook_share_button_341" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_341') || document.getElementById('facebook_share_icon_341') || document.getElementById('facebook_share_both_341') || document.getElementById('facebook_share_button_341');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_341') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tdajakbar.com/archives/341/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silvya Harjanto, Pemilik Pasar Unik89-Kenalkan Budaya Nusantara melalui Boneka Mini</title>
		<link>http://tdajakbar.com/archives/332</link>
		<comments>http://tdajakbar.com/archives/332#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 03:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tdajakbar.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Silvya Harjanto, Pemilik Pasar Unik89-Kenalkan Budaya Nusantara melalui Boneka Mini Harian SEPUTAR INDONESIA Friday, 16 December 2011 &#160; Silvya Harjanto saat mengikuti Pasar Indonesia Goes to Mall yang diselenggarakan Bank...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://tdajakbar.com/wp-content/uploads/2011/12/silvya2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-337" title="silvya" src="http://tdajakbar.com/wp-content/uploads/2011/12/silvya2.jpg" alt="" width="236" height="224" /></a>Silvya Harjanto, Pemilik Pasar   Unik89-Kenalkan Budaya Nusantara melalui Boneka Mini</p>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;" valign="top">
<p style="text-align: center;">Harian SEPUTAR INDONESIA Friday, 16 December 2011</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Silvya Harjanto saat mengikuti Pasar Indonesia Goes to   Mall yang diselenggarakan Bank Mandiri di Cilandak Townsquare, Jakarta, pekan   lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kreativitas di masa kanak- kanak   menginspirasi Silvya Harjanto menciptakan ragam boneka mini Nusantara. Boneka   unik ini mengenakan baju adat dari seluruh provinsi di Indonesia. Tak pernah tebersit   dalam benak Silvya Harjanto, 36 tahun, untuk menjadi pengusaha dan membuat   boneka.Seperti kebanyakan sarjana di Indonesia,selepas kuliah di Fakultas   Psikologi Universitas Maranatha Bandung, ia bekerja kantoran dan kariernya   cukup lancer hingga ia menjabat manajer HRD di sebuah perusahaan automotif.</p>
<p>Di saat Silvya tengah menikmati puncak kariernya,perusahaan mengalami kondisi   kurang menguntungkan sehingga terpaksa memecat beberapa karyawan. Kepada   Silvya, para karyawan itu mengaku ikhlas di-PHK asalkan mendapat pesangon   sebagai bekal untuk mengembangkan usaha kecil- kecilan yang telah dirintis   tiap karyawan tersebut. “Lalu saya berpikir, kalau mereka saja sudah   berinisiatif merintis usaha, kok saya manajer masih duduk tenang saja tidak   punya usaha?”</p>
<p>ujarnya saat ditemui SINDO di stan “Pasar Indonesia Goes to Mall” yang   diselenggarakan Bank Mandiri di Cilandak Townsquare, Jakarta, pekan lalu.   Sejak itu, di sela-sela kesibukan kantor,wanita berkacamata ini mulai   berancangancang mencari usaha sampingan. Ia mengawali dengan menjadi penjual   balon dan mainan kitiran impor yang dijajakan secara asongan di kawasan Senayan,   Jakarta.</p>
<p>Dari aktivitas berjualan yang biasa dilakoni pada akhir pekan itu, Silvya   juga berkenalan dengan beberapa orang yang mengaku tertarik dengan barang   yang dijualnya. “Mereka meminta disuplai dengan sistem konsinyasi. Akhirnya,   ada beberapa orang yang saya beri konsinyasi mainan kitiran impor. Dari situ   saya makin percaya diri bahwa ternyata saya bisa juga membuka   usaha,”kenangnya. Sebagai bukti keseriusannya membuka usaha, Silvya menginginkan   untuk dapat menghasilkan barang dagangan dari hasil karyanya sendiri.</p>
<p>Selagi memutar otak mencari ide,Silvya teringat,sewaktu SD ia pernah membuat   boneka dari botol sampo bekas. Ia mencoba mempraktikkannya lagi, tetapi   hasilnya kurang menarik. Semangat Silvya membuat boneka mencuat kembali   manakala ia melakukan perjalanan ke China dan melihat banyak boneka mini   untuk suvenir.“Saya dari luar negeri membeli banyak suvenir untuk   dibagi-bagikan.</p>
<p>Saya berpikir, kenapa tidak membuat sendiri sesuatu yang bisa membuat kita   bangga dengan Indonesia, ”ujarnya. Setelah gagal dengan boneka botol sampo,   pada Februari 2011 Silvya lantas mencoba dengan bahan baku kayu jati belanda   dan bermitra dengan seorang perajin. Si perajin membuatkan badan boneka kayu   mini, lalu Silvya mendesain baju boneka dari bahan kain perca, batik, dan   pita.</p>
<p>Sementara sang suami, Arief Intianto, membuatkan rambut boneka dari bahan   wol. Silvya dan sang suami lantas menamai boneka imut produksi mereka sebagai   “Boneka Mini Nusantara”dengannamausaha “Pasar Unik89”. Walaupun mengaku   awalnya hanya iseng, Silvya lega karena boneka unik buatannya ternyata cukup   banyak peminat dan dicari saking uniknya.</p>
<p>Selain ukurannya yang mini,boneka tersebut unik lantaran masing-masing   mengenakan busana adatyangberbeda- beda dari seluruh provinsi di   Indonesia.Paling laris adalah boneka yang mengenakan baju adat Bali dan   Padang.“Semua provinsi saya sudah bikin, kecuali Papua saya masih kesulitan   membuatnya,”ucap dia. Mengingat ukurannya yang mungil, pengerjaan boneka mini   harus telaten dan memakan waktu 2–3 jam per satu boneka. Selain ketelatenan,   detail pengerjaan baju adat untuk si boneka juga tidak bisa sembarangan.</p>
<p>Ia mencontohkan boneka dengan kostum tradisional wanita Betawi punya   ketentuan hanya boleh menggunakan tiga peniti dan posisi konde harus di atas.   “Untuk mengetahui detail pakaian baju adat tersebut, saya mencari referensi   dari internet dan berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah untuk melihat   langsung model rumah adat dan baju adat dari 33 provinsi,”ungkapnya. Bermula   dari boneka mini nan unik,Silvya juga mendapat referensi dari rekannya untuk   menjadi mitra UKM binaan Bank Mandiri.</p>
<p>Pada April 2011, ia mendapat pinjaman usaha yang disalurkan melalui Program   Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Bank Mandiri. Dana tersebut digunakan   Silvya untuk mengembangkan usaha boneka mini, bahkan mulai merambah sepatu   lukis unik. Selain berjualan, ia pun mulai aktif membangun jejaring dan   mengikuti pameran yang difasilitasi Bank Mandiri. Seiring berkembangnya   usaha, pada September 2011 Silvya memutuskan keluar dari pekerjaannya di   perusahaan automotif dan memfokuskan usahanya.</p>
<p>“Walaupun omzet masih naik-turun, pilihan saya sudah mantap untuk   berwirausaha,” tegasnya. Lantaran pembuatan boneka mini hanya dikerjakan   berdua dengan sang suami,dalam sehari Silvya hanya mampu memproduksi   rata-rata 4 boneka berbaju adat plus boneka ondel-ondel.Dengan harga jual per   boneka Rp45.000–60.000, omzet per bulan yang diraih Silvya rata-rata berkisar   Rp3juta. Jika mengikuti bazar atau pameran kerajinan, angka tersebut bisa   melonjak hingga Rp5 juta–10 juta.</p>
<p>Jika ada pesanan khusus atau saat akan mengikuti pameran, Silvya biasanya   memproduksi boneka mini dengan jumlah lebih banyak dan meminta bantuan tenaga   kerja paruh waktu. Contohnya saat ada pesanan khusus dari warga Filipina yang   tinggal di Jakarta untuk dibuatkan 1 set (32 item baju adat) boneka mini   Nusantara.</p>
<p>“Kalau di pameran, umumnya yang membeli boneka saya memang orang asing.Ini   sesuai dengan visi dan misi Pasar Unik89 yang ingin membawa kerajinan tangan   Indonesia supaya dikenal luas oleh masyarakat di dalam dan luar negeri,”   bebernya. Tak hanya segi bisnis, Silvya juga memikirkan aspek sosial dengan   merangkul para perajin di desa-desa tertinggal di kawasan Bogor dan Bandung.</p>
<p>Selain itu,Silvya juga berencana memberi pelatihan kerajinan tangan kepada   sejumlah anak-anak dengan keterbatasan mental dan para penghuni lembaga   pemasyarakatan. Ke depan, ia ingin usaha boneka mini dan sepatu lukisnya   berkembang menjadi besar, bahkan bisa memasuki pasar ekspor dan dapat   merangkul perajin lebih banyak lagi. (inda susanti)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Ftdajakbar.com%2Farchives%2F332&amp;t=Silvya%20Harjanto%2C%20Pemilik%20Pasar%20Unik89-Kenalkan%20Budaya%20Nusantara%20melalui%20Boneka%20Mini" id="facebook_share_button_332" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_332') || document.getElementById('facebook_share_icon_332') || document.getElementById('facebook_share_both_332') || document.getElementById('facebook_share_button_332');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_332') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tdajakbar.com/archives/332/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Pembelajar : Pengusaha UKM jangan berbisnis ala Rambo</title>
		<link>http://tdajakbar.com/archives/324</link>
		<comments>http://tdajakbar.com/archives/324#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 10:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tdajakbar.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[‪http://www.wartakota.co.id/detil/berita/62245/UKM-Jangan-Berbisnis-Ala-RamboUKM Komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Barat dan Masyarakat Pembelajar (MP) mengadakan pelatihan bisnis guna meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah (UKM). Sektor UKM perlu meningkatkan kemampuan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>‪<a href="http://tdajakbar.com/wp-content/uploads/2011/10/WArtaKota1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-326 alignleft" title="WArtaKota" src="http://tdajakbar.com/wp-content/uploads/2011/10/WArtaKota1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>http://www.wartakota.co.id/detil/berita/62245/UKM-Jangan-Berbisnis-Ala-RamboUKM</p>
<p>Komunitas  bisnis Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Barat dan Masyarakat Pembelajar  (MP) mengadakan pelatihan bisnis guna meningkatkan daya saing usaha  kecil dan menengah (UKM). Sektor UKM perlu meningkatkan kemampuan  SDM-nya supaya bisa lebih kompetitif di pasar.</p>
<p>“Pengusaha UKM  jangan berbisnis ala Rambo. Tapi harus melengkapi diri dengan ilmu dan  strategi bisnis yang jitu agar bisa menaklukkan tantangan pasar dengan  efektif dan efisien,” ujar Nuh Bayu Putra salah seorang pemilik MP.</p>
<p>Pelatihan  pertama dengan tema “Art of Selling” diadakan untuk meningkatkan  penjualan UMKM. Kegiatan tersebut diselenggarakan sekaligus untuk  menandai pre launching Masyarakat Pembelajar, pekan lalu. Rencananya,  launching MP akan diadakan dalam waktu dekat ini, dengan melakukan  gebrakan lainnya, yakni, memberikan pelatihan kepada pengamen agar  mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya.</p>
<p>Masyarakat Pembelajar  yang didirikan oleh Henri Kristiantoro, Nuh Bayu Putra, dan Teenu  Chandra Jiriadana itu bukan sekadar untuk mengejar profit bisnis, tapi  yang lebih penting dapat memberikan sesuatu yang bermanfaatkan bagi  peningkatan kualitas SDM Indonesia.<br />
“Kami sengaja memilih segmen  menengah bawah. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia,  khususnya UKM. Dengan pelatihan yang diselenggarakan MP, sektor UKM juga  dapat meningkatkan attitude (pelayanan) kepada customer, pelanggan agar  mereka bisa bersaing dengan produk-produk sejenis dari luar negeri,”  ujar Henri Kristiantoro.</p>
<p>Dikatakan, kegiatan tranning atau  pelatihan seperti leadership, motivasi, dan selling di Indonesia masih  relatif mahal. Harganya berkisar Rp 500.000 sampai Rp 5.000.000. Oleh  karena itu karyawan, satpam, office boy, tak tersentuh tranning. Di  perusahaan-perusahaan menengah besar yang diberikan tranning juga  terbatas pada level manager. “Padahal pengusaha UKM, karyawan, office  boy dan satpam, juga membutuhkan tranning agar mereka dapat meningkatkan  kualitas hidup dengan bekerja lebih cerdas,” tambah Teenu Chandra  Jiriadana, mantan dosen psikologi Universitas Indonesia (UI).</p>
<p>Menurut  dia, MP sengaja memilih pangsa pasar menengah bawah agar mereka dapat  bersaing, dengan memberikan pelatihan yang relatif murah, berkisar Rp  100.000 hingga Rp 200.000 per orang.</p>
<p>Dengan mengikuti pelatihan  “Art Selling”, misalnya, pengusaha UKM dapat mengikuti dan menerapkan  strategi berjualan yang cerdas seperti yang dilakukan perusahaan dan  salesman terunggul di dunia.<br />
Saat ini, masih banyak UKM yang  berjualan ala Rambo. Mereka &#8220;menembaki&#8221; semua yang dianggap musuh (calon  pelanggan) yang berada di sekitarnya secara membabi buta. Cara  berbisnis seperti itu sangat tidak efektif dan efisien karena  memboroskan sumber daya yang dimiliki UKM. Di sinilah diperlukan adanya  art selling sehingga UKM bisa berjualan sesuai dengan target marketnya  dan keunggulan produk masing-masing. “Kebanyakan pengusaha UKM hanya  bekerja keras, tapi tidak bekerja cerdas sehingga mereka tidak dapat  memenuhi target bisnisnya,”kata Bayu.<br />
Bayu juga menekankan agar UKM  tidak hanya memperhatikan masalah pelanggan, sebab kegiatan bisnis juga  sangat dipengaruhi oleh dua faktor lainnya yang sangat signifikan,  seperti perubahan dan pesaing. Perubahan teknologi, misalnya, membawa  perubahan yang sangat besar bagi kehidupan manusia. “Bayangkan saja,  saat ini tukang sayur berjualan sudah pake SMS. Saya juga punya kenalan  pengamen, dia minta dihubungi lewat facebook sebab memiliki tiga  account. Semua itu menuntut agar pengusaha selalu kreatif dan tidak bisa  lagi hanya duduk manis menunggu pembeli datang,” ujar Bayu.<br />
(Herry Sinamarata)</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Ftdajakbar.com%2Farchives%2F324&amp;t=Masyarakat%20Pembelajar%20%3A%20Pengusaha%20UKM%20jangan%20berbisnis%20ala%20Rambo" id="facebook_share_button_324" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_324') || document.getElementById('facebook_share_icon_324') || document.getElementById('facebook_share_both_324') || document.getElementById('facebook_share_button_324');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_324') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tdajakbar.com/archives/324/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

