Jadi Pengusaha? Jangan…Jika Anda Takut Gagal

Jadi pengusaha memang impian banyak para karyawan atau eksekutif yangmasih bekerja sekarang.  Banyak orang di Indonesia yang menginginkan kemewahan dan kenikmatan hidup jadi pengusaha. Antara lain rumah mewah, mobil yang terbaru, berpelisir keluarga negeri dan mempunyai barang bermerek yang identik dengan simbol kesuksesan. Tetapi, itu merupakan akibat, proses menjadi pengusaha butuh komitmen yang tinggi dan pengorbanan.

Di awal karir saya jadi pengusaha, terkadang banyak orang yang memberikan advice tanpa mengerti target saya dan visi bisnis saya sehingga tidak memberikan saya ‘added-value’. Sering kali, saya frustrasi dengan problem terbesar di bisnis yaitu kita tidak konek dengan apa yang pasar inginkan. Ketika saya mengembangkan bisnis kuliner 10 tahun silam, awalnya tidak jalan. Setelah memikirkan lebih dalam lagi, saya menemukan ‘AHA’ besar yaitu menu dan porsi makanan yang disajikan tidak sesuai dengan strategy pricing sehingga berdampak terhadap omset.

Gagal di beberapa bulan pertama tidak menyurutkan saya untuk melakukan innovasi dalam memasarkan bisnis saya. Dengan berbagai perbaikan dari segi menu, porsi dan service membuat bisnis resto saya mengalami peningkatan sales sebesar 230% dalam kurun 90 hari.

Dalam membantu jadi pengusaha selama 6 tahun ini, saya bertemu dengan beberapa pengusaha yang terlalu cepat menyerah dan menyalahkan situasi dan kondisi sekitar. Jarang sekali yang bertanya kepada dirinya sendiri tentang apa yang bisa di improvisasi untuk membalikkan keadaan yang terpuruk menjadi ‘profitable’. Kata Donald Trump, ‘you have to be the right person to be successful’ dan kata-kata ini menginspirasi saya untuk bangkit ketika saya frustrasi dalam mengdongkrak sales bisnis saya.

Ini waktunya untuk mencari innovasi terhadap bisnis anda dan terkadang anda membutuhkan masukan dari luar untuk melihat ‘blind spot’ itu. Ketika kita belum mencapai target bisnis kita, mungkin ada sesuatu yg tidak jalan yang membutuhkan extra attensi kita. Seorang Mentor Bisnis akan membantu anda untuk melakukan terobosan bisnis sampai sukses.

Sumber: www.BenAbadi.com

Share

Strategi Penjualan Untuk Menarik Minat Pelanggan

Dalam berbisnis, masalah penjualan sering menjadi fokus utama para pelaku usaha. Tanpa adanya strategi penjualan yang baik, maka bisa dipastikan omset yang diterima pelaku usaha pun juga ikut berkurang. Tidaklah heran bila banyak pelaku usaha yang sengaja melakukan berbagai strategi penjualan untuk meningkatkan pendapatan utama mereka setiap bulannya.

Sampai saat ini, masih banyak pelaku usaha yang sering mengalami kesulitan dalam menarik minat pelanggan. Sehingga sebagian besar bisnis mereka memiliki transaksi penjualan yang cenderung belum stabil, bahkan bisa dikatakan lebih sering minus (rugi) karena biaya operasionalnya lebih tinggi dari omset yang didapatkan.

Lalu, bagaimanakah caranya agar kita dapat menarik pelanggan? Pada dasarnya ada berbagai strategi pemasaran yang dapat kita coba, mari kita simak tips pemasaran berikut ini :

  • Informasikan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh konsumen dari produk Anda.
    Informasi tersebut menjadi salah satu senjata bagi Anda untuk mendorong ketertarikan konsumen dengan penawaran yang disampaikan. Berikan bukti nyata kepada konsumen mengapa mereka perlu membeli produk Anda.
  • Publikasikan program-program promosi yang Anda lakukan.
    Penawaran promosi seperti diskon potongan harga, buy 1 get 1 free (beli 1 gratis 1), atau pemberian hadiah khusus bagi para konsumen setia, merupakan ajang bagi para pelaku usaha untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Karena itu jangan pernah lupa menginformasikan kegiatan promosi yang Anda laksanakan, kepada khalayak ramai.
  • Bagikan contoh produk gratis kepada konsumen.
    Dari sampel gratis yang diberikan, secara tidak langsung akan mendorong para konsumen untuk ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh lagi tentang produk yang Anda tawarkan. Dan tidak menutup kemungkinan bila banyak konsumen yang akhirnya membeli produk Anda setelah mendapatkan sampel gratis.
  • Buatlah program khusus untuk membangun loyalitas konsumen.
    Pelanggan setia adalah aset paling penting bagi para pelaku usaha untuk menjaga kestabilan penjualan. Karena itu membuat program khusus bagi para pelanggan setia Anda, menjadi salah satu cara untuk mempertahankan loyalitas mereka. Sehingga pelanggan Anda tidak pindah ke produk lain. Misalnya saja dengan memberikan produk gratis bagi konsumen Anda yang berulang tahun, mengadakan kegiatan menarik seperti jalan sehat bersama atau mengadakan acara mudik gratis bersama bagi para pelanggan setia Anda. Kegiatan seperti inilah yang diadakan produsen susu anline, teh sariwangi, indomie, dll, sebagai tanda terimakasihnya kepada para pelanggan setia.
  • Berikan inovasi baru yang belum dimiliki produk lain.
    Dengan adanya inovasi baru pada produk Anda menjadi salah satu kelebihan yang dapat Anda jadikan sebagai modal usaha. Ketika produk Anda memiliki nilai lebih dibandingkan produk lainnya, maka peluang konsumen membeli produk Anda semakin terbuka lebar. Dan penjualan pun dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah konsumen yang tertarik membeli produk Anda.

Setelah kita mengetahui bagaimana cara menyusun strategi penjualan untuk menarik minat pelanggan, kini saatnya Anda mempraktekannya secara langsung pada bisnis yang Anda jalankan. Mulailah dari sekarang, selamat berkarya dan salam sukses!

Sumber: www.BisnisUKM.com

Share

Tiga Alasan Karyawan Tidak Betah

Tips mengelola karyawan kerapkali disepelekan oleh para pebisnis. Taukah anda biaya mempertahankan karyawan lama lebih murah 6x lipat daripada menggantikan karyawan baru? Tips mengelola karyawan selalu menekankan pada bagaimana menciptakan karyawan yang loyal, mendukung perusahaan dan tentunya sangat produktif.

Salah satu tips mengelola karyawan tremasuk kreatifitas dalam memberi reward kepada karyawan juga tidak kalah pentingnya.Yang pernah saya pelajari selama ini, bahwa menjadi pengusaha sukses harus memiliki kreatifitas yang positif terutama dalam mengelola karyawan yang ada agar mereka bertahan dan tetap produktif.

Reward yang kita maksud sering kali disamakan dengan ‘uang’. Katanya karyawan keluar karena dapat tawaran lebih dari perusahaan lain. Ada yang mengatakan mereka keluar karena jadi pengusaha. Dan masih banyak lagi.

Mengapa uang dijadikan sebuah strategi kreatif untuk mempertahankan karyawan? Karena uang hanya salah satu ukuran yang mudah digunakan sebagai alasan. Memang uang penting, tapi apa alasan terbesar karyawan masih bertahan di perusahaan anda?

Berdasarkan pengalaman yang saya alami selama ini, ada 3 alasan mengapa karyawan anda bertahan :

  • Emosi : Jika bisnis anda memenuhi kebutuhan emosi mereka, bisa karena boss baik hati, selalu ada tantangan, hubungan yang hangat, sering ada surprise, cinta lokasi atau karena teman-temannyacool atau karena gengsi/ kejelasan status. Maka karyawan akan merasa betah, kadang rasa nyaman mengalahkan uang.
  • Kebutuhan pokok : Memenuhi kebutuhan pokok, ongkos, makan, rokok, kos , termasuk belajar hal baru, dll . Kondisi ini berhubungan erat dengan basic salary. Tapi, terkadang, karyawan juga minta perusahaan membiayai gaya hidup mereka. Ini pun gejalanya terjadi akibat emosi yang tidak terpenuhi.
  • Aktualisasi diri: Memenuhi kebutuhan untuk mengaktualisasi diri (ini bagian dari emosi tapi levelnya lebih tinggi dari sekedar status). Saya mengingat betapa seorang teman baik mau berjuang habis-habisan untuk membela atasannya karena ia mendapat kepercayaan penuh untuk menjalankan sebuah departemen.

So, tips mengelola karyawan, jika anda ingin memberikan reward kepada karyawan anda berupa uang, ingat hal ini:

  • Uang tidak ada nilainya jika emosi yang mendasar tidak terpenuhi
  • Cara anda memberi reward lebih penting daripada berapa nilai yang anda berikan
  • Kebutuhan emosi tidak hanya bisa dipenuhi oleh uang

Tiga alasan mengapa karyawan anda pindah singkatnya, karena hampa secara emosi, mulai terhimpit kebutuhan pokok atau sudah tidak ada ruang untuk aktualisasi diri.

Berdasarkan pengalaman pribadi, coaching perusahaan besar atau kecil, alasan terbesar karyawan stay atau move adalah alasan EMOSI. Jika mereka kehilangan feel, excitement, tidak ada tantangan, konflik dst.

Jadi, seberapa kreatif anda sebagai leader menciptakan excitement ketika memberi reward bukan hanya berbentuk uang, tapi juga memenuhi kebutuhan emosi. Semoga tips mengelola karyawan ini berguna untuk sukes Anda.

Dapatkan Billionaire Maker System Assessment, FREE!

HUBUNGI :
iCOACH the Real COACH
Gading Bukit Indah, blok SA 21
Tel : 021 – 29078909
SMS: 0816 4813313
email : tommcifle@topcoachindonesia.com

Sumber: www.TopCoachIndonesia.com

Share

Jumlah Kesibukan Tak Sama dengan Hasil

Untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses, anda harus memahami membedakan beberapa hal, yakni usaha dan hasil. Anda harus dapat membedakan kesibukan dengan hasil atau kegiatan dibanding pencapaian.

Anda mungkin saja merasa pekerjaannya banyak. Sibuk sekali. Anda sudah melakukan apa yang sudah di-list; 1, 2, 3, 4, 5, 6. Tapi apakah anda sudah memonitor hasilnya?

Dulu ketika anda SMA diajari tentang teori-teori fisika. Diantaranya teori ini. Work (hasil) adalah force (usaha) dikalikan dengan distance (jarak). Hasil usaha adalah banyakanya usaha dikalikan dengan jarak yang ditempuh.

Ini teori kuno yang saya pikir masih berlaku di kehidupan bisnis kita sekarang. Jadi betapapun kita berusaha keras mendorong gedung, katakanlah ada 100 orang, tapi gedung tetap tidak berpindah. Jadi hasil pekerjaan kita adalah nol besar.

Kita harus belajar dari pengalaman kita. Apakah yang kita lakukan selama ini membawa hasil maksimal. Apa yang kita lakukan saat ini memberikan hasil yang positif buat pekerjaan kita. Kita harus menanyakan pada orang lain. Kita harus belajar pada orang lain, bagaimana orang lain melakukan upaya apa untuk memberikan hasil maksimal seperti yang sudah kita lakukan.

Apakah kita sudah selalu mengecek pekerjaan atau kesibukan kita. Apakah semua itu sudah memberi hasil yang positif? Kalau belum, mungkin sudah waktunya melakukan evaluasi kembali. Apakah strategi kita dalam bertindak salah. Atau apakah cara kita salah? Atau apakah kita memang tidak cocok dengan kegiatan tersebut.

Kita pasti mempunyai kelebihan. Pada saat mempunyai kelebihan itu kita lakukan hal yang terbaik pula. Kita harus bisa membedakan aktivitas dan pencapaian kita. Kesibukan dan pada hasil. Karena tidak selalu sama. Orang yang sibuk kadang-kadang tidak menghasilkan apa-apa. Sebaliknya orang yang kerjanya ringan, sederhana dan menikmati mungkin malah memberikan hasil yang sangat besar dalam kehidupan bisnisnya.

Cobalah menghitung ulang, apakah aktivitas anda sudah sebanding dengan hasil yang dicapai. Karena pada akhirnya dihitung bukan jumlah kesibukan kita, tapi hasil yang di capai.

Sumber: TanadiSantoso.com

Share

Pelatihan dan Pengembangan SDM – Miliki Team Juara

Pelatihan dan pengembangan SDM seringkali dilupakan oleh para pemilik usaha maupun eksekutif puncak. Pada satu sisi pemilik usaha menginginkan sebuah usaha yang sukses dan menguntungkan, di sisi yang lain seringkali mereka lupa untuk menempa team nya menjadi juara. Pelatihan dan pengembangan SDM akan menempa sebuah team yang biasa-biasa saja, menjadi team yang memiliki kualitas pemenang.

Jika seluruh seluruh staff Perusahaan tidak termotivasi dengan baik, tidak mengetahui kemana arah Perusahaan, dan lebih celaka lagi jika mereka hanya bekerja untuk menyambung hidup, maka dapat dipastikan Perusahaan Anda tidak akan menjadi sebuah Perusahaan yang sukses.

Sebuah Perusahaan yang terdiri dari staf dan manajemen yang memiliki motivasi tinggi, tau dengan jelas visi misi Perusahaan, dan tau bagaimana mencapainya, pasti akan menjadi sebuah Perusahaan yang sukses. Pelatihan dan pengembangan SDM adalah alat yang paling efektif untuk menciptakan sebuah team juara. Perusahaan yang sukses adalah Perusahaan yang menginvestasikan budget yang cukup untuk melatih dan memastikan para staff dan manajemennya tau bagaimana mencapai sukses.

Konsultasikan kebutuhan pelatihan staf dan manajemen Perusahaan Anda kepada seorang Konsultan Perusahaan yang sudah berpengalaman dan memiliki track record yang baik. Selidiki para klien dari seorang Konsultan Perusahaan yang ingin Anda pakai jasanya. Tanyakan kepada orang-orang yang sudah pernah menjadi klien mereka, apakah mereka puas, apakah yang disarankan berhasil menjadikan Perusahaan mereka sukses. Jika Anda salah memilih seorang Konsultan Perusahaan, bukan hanya Anda akan membuang waktu dan dana yang tidak sedikit, mungkin saja usaha Anda akan menjadi lebih terpuruk.

Seorang Konsultan Perusahaan yang kompeten akan dapat membantu pemilik usaha dan top management untuk menganalisa di bidang-bidang mana Perusahaan Anda harus dibenahi. Hal seperti ini sulit dilakukan jika pemilik usaha maupun top management “melihat dari dalam”.

Pelatihan dan pengembangan SDM adalah sebuah investasi yang tidak boleh dilupakan oleh para pemilik usaha dan top management suatu Perusahaan yang ingin bertahan dan sukses di bidang usahanya masing-masing. Dunia usaha sekarang semakin kompetitif dan memerlukan terobosan-terobosan baru, dan tidak dapat hanya mengandalkan cara mengelola bisnis dengan gaya lama. Pastikan seluruh Perusahaan Anda menjadi Team Juara dan jadikan bisnis Anda sukses secepat mungkin.

Email ke clientcare@benabadi.com untuk mendapatkan Konsultasi GRATIS untuk memastikan Perusahaan Anda menjadi sebuah Profitable Business.

Sumber: www.BenAbadi.com

Share