[Share] – Jangan Takut Bertemu ‘Masalah’

Orang2 selalu mengukur seseorang d/ masalahnya…

Banyak orang berpikir kita itu belajar u/ menghilangkan masalah kita… Ternyata masalah itu tdk pernah hilang…

Kata Allah: “Bagaimana kuhentikan masalah itu dari kamu, sedangkan aku akan menghapus dosa2 kalian itu dgn masalah.”

“Bagaimana masalah itu akan aku serobot dari kalian, sedangkan kemudahan aku sediakan u/ kalian dan lokomotifnya adalah masalah”

“Bagaimana masalah itu akan aku hilangkan d/ kehidupanmu, sedangkan derajatmu akan aku angkat setinggi2nya karena masalah. Sebagaimana elang itu terbang setinggi2nya. Tidak pernah elang itu terbang lebih tinggi kecuali ditengah badai” Itulah masalah…

Masalah itu u/ dihadapi, u/ mendewasakan diri kita, u/ menunjukkan tanggung jawab kita…

Seberapa hebat seseorang itu diukur dari seberapa masalah yg  ingin diambilnya…

Sharing diatas adalah apa yg disampaikan o/ Pak Heppy Trenggono kmrn…(Acara IIBF – Indonesian Islamic Business Forum).

*dishare oleh David Zhou dr BB Group TDA*

Share

Silvya Harjanto, Pemilik Pasar Unik89-Kenalkan Budaya Nusantara melalui Boneka Mini

Silvya Harjanto, Pemilik Pasar Unik89-Kenalkan Budaya Nusantara melalui Boneka Mini

Harian SEPUTAR INDONESIA Friday, 16 December 2011

 

Silvya Harjanto saat mengikuti Pasar Indonesia Goes to Mall yang diselenggarakan Bank Mandiri di Cilandak Townsquare, Jakarta, pekan lalu.

Kreativitas di masa kanak- kanak menginspirasi Silvya Harjanto menciptakan ragam boneka mini Nusantara. Boneka unik ini mengenakan baju adat dari seluruh provinsi di Indonesia. Tak pernah tebersit dalam benak Silvya Harjanto, 36 tahun, untuk menjadi pengusaha dan membuat boneka.Seperti kebanyakan sarjana di Indonesia,selepas kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Maranatha Bandung, ia bekerja kantoran dan kariernya cukup lancer hingga ia menjabat manajer HRD di sebuah perusahaan automotif.

Di saat Silvya tengah menikmati puncak kariernya,perusahaan mengalami kondisi kurang menguntungkan sehingga terpaksa memecat beberapa karyawan. Kepada Silvya, para karyawan itu mengaku ikhlas di-PHK asalkan mendapat pesangon sebagai bekal untuk mengembangkan usaha kecil- kecilan yang telah dirintis tiap karyawan tersebut. “Lalu saya berpikir, kalau mereka saja sudah berinisiatif merintis usaha, kok saya manajer masih duduk tenang saja tidak punya usaha?”

ujarnya saat ditemui SINDO di stan “Pasar Indonesia Goes to Mall” yang diselenggarakan Bank Mandiri di Cilandak Townsquare, Jakarta, pekan lalu. Sejak itu, di sela-sela kesibukan kantor,wanita berkacamata ini mulai berancangancang mencari usaha sampingan. Ia mengawali dengan menjadi penjual balon dan mainan kitiran impor yang dijajakan secara asongan di kawasan Senayan, Jakarta.

Dari aktivitas berjualan yang biasa dilakoni pada akhir pekan itu, Silvya juga berkenalan dengan beberapa orang yang mengaku tertarik dengan barang yang dijualnya. “Mereka meminta disuplai dengan sistem konsinyasi. Akhirnya, ada beberapa orang yang saya beri konsinyasi mainan kitiran impor. Dari situ saya makin percaya diri bahwa ternyata saya bisa juga membuka usaha,”kenangnya. Sebagai bukti keseriusannya membuka usaha, Silvya menginginkan untuk dapat menghasilkan barang dagangan dari hasil karyanya sendiri.

Selagi memutar otak mencari ide,Silvya teringat,sewaktu SD ia pernah membuat boneka dari botol sampo bekas. Ia mencoba mempraktikkannya lagi, tetapi hasilnya kurang menarik. Semangat Silvya membuat boneka mencuat kembali manakala ia melakukan perjalanan ke China dan melihat banyak boneka mini untuk suvenir.“Saya dari luar negeri membeli banyak suvenir untuk dibagi-bagikan.

Saya berpikir, kenapa tidak membuat sendiri sesuatu yang bisa membuat kita bangga dengan Indonesia, ”ujarnya. Setelah gagal dengan boneka botol sampo, pada Februari 2011 Silvya lantas mencoba dengan bahan baku kayu jati belanda dan bermitra dengan seorang perajin. Si perajin membuatkan badan boneka kayu mini, lalu Silvya mendesain baju boneka dari bahan kain perca, batik, dan pita.

Sementara sang suami, Arief Intianto, membuatkan rambut boneka dari bahan wol. Silvya dan sang suami lantas menamai boneka imut produksi mereka sebagai “Boneka Mini Nusantara”dengannamausaha “Pasar Unik89”. Walaupun mengaku awalnya hanya iseng, Silvya lega karena boneka unik buatannya ternyata cukup banyak peminat dan dicari saking uniknya.

Selain ukurannya yang mini,boneka tersebut unik lantaran masing-masing mengenakan busana adatyangberbeda- beda dari seluruh provinsi di Indonesia.Paling laris adalah boneka yang mengenakan baju adat Bali dan Padang.“Semua provinsi saya sudah bikin, kecuali Papua saya masih kesulitan membuatnya,”ucap dia. Mengingat ukurannya yang mungil, pengerjaan boneka mini harus telaten dan memakan waktu 2–3 jam per satu boneka. Selain ketelatenan, detail pengerjaan baju adat untuk si boneka juga tidak bisa sembarangan.

Ia mencontohkan boneka dengan kostum tradisional wanita Betawi punya ketentuan hanya boleh menggunakan tiga peniti dan posisi konde harus di atas. “Untuk mengetahui detail pakaian baju adat tersebut, saya mencari referensi dari internet dan berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah untuk melihat langsung model rumah adat dan baju adat dari 33 provinsi,”ungkapnya. Bermula dari boneka mini nan unik,Silvya juga mendapat referensi dari rekannya untuk menjadi mitra UKM binaan Bank Mandiri.

Pada April 2011, ia mendapat pinjaman usaha yang disalurkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Bank Mandiri. Dana tersebut digunakan Silvya untuk mengembangkan usaha boneka mini, bahkan mulai merambah sepatu lukis unik. Selain berjualan, ia pun mulai aktif membangun jejaring dan mengikuti pameran yang difasilitasi Bank Mandiri. Seiring berkembangnya usaha, pada September 2011 Silvya memutuskan keluar dari pekerjaannya di perusahaan automotif dan memfokuskan usahanya.

“Walaupun omzet masih naik-turun, pilihan saya sudah mantap untuk berwirausaha,” tegasnya. Lantaran pembuatan boneka mini hanya dikerjakan berdua dengan sang suami,dalam sehari Silvya hanya mampu memproduksi rata-rata 4 boneka berbaju adat plus boneka ondel-ondel.Dengan harga jual per boneka Rp45.000–60.000, omzet per bulan yang diraih Silvya rata-rata berkisar Rp3juta. Jika mengikuti bazar atau pameran kerajinan, angka tersebut bisa melonjak hingga Rp5 juta–10 juta.

Jika ada pesanan khusus atau saat akan mengikuti pameran, Silvya biasanya memproduksi boneka mini dengan jumlah lebih banyak dan meminta bantuan tenaga kerja paruh waktu. Contohnya saat ada pesanan khusus dari warga Filipina yang tinggal di Jakarta untuk dibuatkan 1 set (32 item baju adat) boneka mini Nusantara.

“Kalau di pameran, umumnya yang membeli boneka saya memang orang asing.Ini sesuai dengan visi dan misi Pasar Unik89 yang ingin membawa kerajinan tangan Indonesia supaya dikenal luas oleh masyarakat di dalam dan luar negeri,” bebernya. Tak hanya segi bisnis, Silvya juga memikirkan aspek sosial dengan merangkul para perajin di desa-desa tertinggal di kawasan Bogor dan Bandung.

Selain itu,Silvya juga berencana memberi pelatihan kerajinan tangan kepada sejumlah anak-anak dengan keterbatasan mental dan para penghuni lembaga pemasyarakatan. Ke depan, ia ingin usaha boneka mini dan sepatu lukisnya berkembang menjadi besar, bahkan bisa memasuki pasar ekspor dan dapat merangkul perajin lebih banyak lagi. (inda susanti)

Share

Meningkatkan Penjualan 2.000%

Ada beberapa respons yang saya dapatkan, jika saya mengatakan bahwa penjualan kita bisa meningkat hingga 2.000% dengan menggunakan berbagai strategi yang terdapat dalam Marketing Revolution saya.

Respons itu antara lain “Bohong!”, “Tidak mungkin!”, “Mustahil!”, atau “omong kosong!”. Begitulah kiranya pertama kali jawaban yang akan muncul dari pernyataan saya tersebut. Namun, hal itu benar-benar sudah terbukti, bahkan peningkatan penjualan hingga 2.000% tersebut terjadi di saat kondisi resesi!

Peningkatan penjualan tersebut terjadi pada salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali.Pada saat terjadi Bom Bali I, sempat terjadi resesi yang di antaranya sangat memukul industri penjualan kredit sepeda motor di seluruh Pulau Dewata tersebut. BPR itu ternyata juga mengalami imbasnya, penjualan sepeda motor yang sebelumnya bisa mencapai 7.000 unit,menurun tajam menjadi 800 unit saja.

Tapi,setelah saya coachdan tentu saja disertai kemauan yang sangat kuat dari pemiliknya untuk bangkit kembali, lewat penerapan sistem produktivitas terkait penghasilan,akhirnya meskipun dalam kondisi resesi sekalipun, hanya dalam waktu lima bulan kemudian, kredit sepeda motornya mengalami kenaikan 2.000%, meski dengan suku bunga tiga kali lipat lebih tinggi dari biasanya.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengadakan pembenahan dari para pemasarnya,mereka dijelaskan dengan detail mengenai penerapan sistem produktivitas berkait dengan penghasilan yang hasilnya akan sangat menguntungkan pula bagi mereka. Selain itu, dilakukan perubahan format iklannya karena sebelumnya telah dibuat berbagai iklan untuk meningkatkan penjualan dengan memberikan berbagai hadiah menarik, di antaranya sepeda motor, tetapi ternyata hasilnya tidak efektif.

Meskipunsebelumnya pemilik bank tersebut memberikan penjelasan bahwa penurunan penjualan diakibatkan terjadinya resesi di Bali, sekali lagi saya menegaskan bahwa di balik semua resesi pasti ada peluang, selalu ada perusahaan atau orang yang menjadi semakin dahsyat dan menjadi kaya raya secaracepat.

Karenaitu,padasaatitusaya minta BPR tersebut harus menerapkan USP (Ultimate advantage,Sensational offer, Powerful promise) dalam setiap kegiatan pemasaran yang dilakukannya. Dari sisi usaha pemasaran, diupayakan cara mendatangkan calon konsumen sebanyak mungkin terlebih dahulu.

Maka, harus dibuat suatu iklan yang sensasional, misalnya “Kredit sepeda motor dari BPR kami, cicilan per hari cukup Rp19.900,dan hanya dalam tempo dua tahun sepeda motor menjadi milik Anda. Jauh lebih murah daripada Anda menyewa sepeda motor per hari Rp30.000″. Dalam iklan tersebut sebenarnya ada yang “gelap”,di antaranya berapa besar sebenarnya uang mukanya? Berapa bunganya?

Sepeda motornya merek apa? Akan tetapi, sudah terbukti bahwa banyak sekali orang yang tertarik dengan iklan seperti itu. Begitu para calon konsumen itu datang di BPR tersebut, harus dibuatkan suatu program penjualan agar mereka mau menjadi konsumen, yaitu dengan tiga jurus, yaitu “Ada”, “Bisa”, dan “Boleh”.

Padasaatcalon konsumen tersebut datang,tibatiba menanyakan apakah syarat kreditnya harus mengambil waktu dua tahun? Apakah uang mukanya harus Rp2 juta? Kalau saya hanya memberikan uang muka satu Rp1 juta, bisa atau tidak? Maka, karyawan yang menangani hal tersebut harus dilatih agar dengan cepat menjawab, “Bisa, tetapi waktu peminjamannya diperpanjang menjadi tiga tahun.”.

Sementara jika ada yang menanyakan kalau tidak memakai uang muka, boleh tidak? Maka, harus segera dijawab, “Boleh, tetapi kalau tidak memakai uang muka tidak bisa memakai cicilan uang harian. Caranya,Anda bisa mengangsur 12 kali dan setiap bulannya mencicil Rp1 juta, bisa kan Pak? Jika bisa,cukup dengan membayar angsuran pertama sebesar Rp1 juta,maka sepeda motor boleh dibawa pulang.”.

Lalu, jika calon konsumen itu menjawab, “Wah, tetapi saat ini saya belum mempunyai uangnya,” maka kita harus bisa memberikan alternatifnya, seperti, “Tetapi,Bapak nantinya bisa mengangsur Rp1 juta tiap bulan kan? Kalau memang bisa,silakan Bapak tanda tangani form ini terlebih dulu.Jadi,pada saat nanti Bapak memberikan angsuran pertamanya, sepeda motor akan segera kami kirim.”

Demikian antara lain cara-cara untuk meningkatkan penjualan hingga 2.000%. Terus ikuti artikel saya di koran SINDO ini karena telah banyak orang mendapatkan hasil yang sangat dahsyat dengan mempraktikkan apa yang telah saya ajarkan dalam Marketing Revolution saya. Giliran anda pula untuk segera take action dan mendapatkan hasil yang dahsyat.(*)

Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Sumber: http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Share

Strategi Positioning Berdasarkan Nilai

Pembidikan pasar menentukan pesaing perusahaan. Perusahaan harus meneliti posisi pesaing dan memutuskan posisinya yang terbaik.

Penentuan posisi (positioning) adalah tindakan untuk merancang citra perusahaan serta nilai yang ditawarkan sehingga pelanggan dalam suatu segmen memahami dan menghargai kedudukan perusahaan dalam kaitannya dengan pesaing.

Tugas penentuan posisi terdiri dari tiga langkah: mengenali keunggulan bersaing yang mungkin untuk dimanfaatkan, memilih yang paling tepat dan secara efectif mengi¬syaratkan kepada pasar tentang posisi yang dipilih perusahaan. Strategi penentuan posisi produk perusahaan kemudian akan memung¬kinkan perusahaan beranjak ke langkah berikutnya, yaitu merenca¬nakan strategi pemasaran bersaingnya.

Penentuan posisi dapat dikelompokkan menjadi penentuan posisi menurut nilai, menurut pesaing, menurut manfaat, menurut penggunaan, menurut pemakai, meurut kategori produk, dan menurut atribut.

Penentuan posisi menurut nilai adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam menawarkan nilai terbaik. Nilai dipengaruhi kualitas dan harga. Pertamina dengan oli MESRAN menawarkan kualitas produk yang mempunyai kemampuan memproteksi mesin. Oli tersebut juga mendapat sertifikat mutu dari lembaga sertifikasi internasional. Disamping juga dilengkapi dengan kemasan yang elegan akan menambah nilai bagi konsumen yang dibidiknya, sehingga konsumen diharapkan merasa puas. Dengan komunikasi pemasaran yang integral, akhirnya oli MESRAN menjadi merek Top di Indonesia. Iklan oli Mesran dengan slogan ”Makin Memuaskan dengan MESRAN”.

Demikian pula dengan merek Polytron untuk audio, memposisikan produk dengan kualitas suara dan kualitas layanan purna jual untuk memberi nilai pada konsumennya. Polytron selalu meningkatkan kualitas dengan inovasi melalui riset dan pengembangan tanpa henti. Beberapa penghargaan telah diperoleh antara lain The Best Seller 2005 for Audio Home System dan GFK Certified Indonesia, Anugrah Adi Produk Asli Indonesia, Gold Award of Indonesia Good Design untuk produk compo Polytron Mini Slim PSC200, Inovation Award untuk Home Theatre Television, Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) dan Anugrah Perusahaan Paling Berjasa dalam pengembangan Teknologi dari Presiden Bambang Susilo Yudoyono. Polytron juga mendapatkan Top Brand Award dari Frontier Consulting Group.

Sumber: MSuyanto.com

Share

Tips Sukses Gunakan Twitter dalam Bisnis

Empat puluh enam persen pengguna Twitter lulusan perguruan tinggi dan berusia antara 18 tahun dan 34 tahun. Jika Anda mencoba meraih pengguna Twitter ini untuk bisnis Anda, maka Anda harus memahami pasar di Twitter.

Mari kita bahas soal pengguna Twitter. Menurut Nicola Ziady yang menekuni interactive marketing, 40 persen orang yang membuat akun Twitter adalah pengguna aktif, sedangkan 46 persen pengguna Twitter adalah lulusan perguruan tinggi. Lalu 92,4 persen pengguna Twitter memiliki pengikut (follower) kurang dari 100 orang, sementara 0,94 persen pengguna Twitter memiliki pengikut lebih dari 1.000 orang. Data lain menyebutkan, 76 persen pengguna Twitter menggunakan jaringan internet wifi.

Nah, jam berapa orang sibuk nge-twit? Di Amerika, orang sibuk ngetwit pukul 20.00 dengan 1,4 juta orang yang memposting di twitter, sedangkan hari Rabu dan Kamis hari-hari tersibuk bagi orang Amerika nge-twit setiap minggu. Dan usia pengguna Twitter di Amerika, lebih dari 50 persen berusia 18 tahun dan 34 tahun.

(1) Berbagi
Berbagi (sharing) merupakan pendekatan yang baik untuk memastikan aliran retweet dan pesan interaktif dari perusahaan Anda. Strategi yang memperpanjang jumlah konten dan percakapan, membuat brand Anda lebih dipercaya. Memiliki beberapa staf untuk memastikan aliran pesan di Twitter tetap mengalir juga penting.

(2) Nge-twit di Waktu yang Tepat
Buatlah riset untuk memahami waktu terbaik nge-twit bisnis Anda agar dibaca dan dibagi. Anda harus menggunakan analisis Anda untuk mengenali tren komunitas Anda. Analisislah 199 tweets terakhir dan temukan waktu terbaik untuk mem-posting itu. Yang Anda butuhkan adalah masuk ke username Twitter dan Anda akan mendapatkan laporan empat waktu terbaik.

(3) Bagi Informasi Bernilai
Salah satu atribut terbaik Twitter adalah kemampuannya menyebarkan pesan Anda kepada sejumlah orang dalam waktu yang singkat. Dalam hitungan detik, pesan brand Anda dapat dibagi ke kelompok yang besar. Konten yang lebih bernilai, akan banyak di-retweet.

(4) Dorong Karyawan Anda
Karyawan Anda adalah duta brand Anda. Mereka adalah alat pemasaran Anda yang gratis untuk bisnis Anda. Dorong mereka untuk berperan serta dealam usaha sosial Anda dan sebarkan berita-berita tentang bisnis Anda dan kulturnya. Ini merupakan ide yang baik untuk menggelar pelatihan media sosial kepada staf Anda sehingga mereka beraksi dan bereaksi atas etiket yang tepat pada koneksi bisnis eksternal. Semua pemasaran di dunia tidak dapat berkompetisi dengan hubungan atas dasar kepercayaan! Jadi, mari manfaatkan semua sumber daya dan pertahankan karyawan Anda pada saat yang sama.

(5) Manfaatkan Hashtag
Untuk meningkatkan kemampuan mencari pesan-pesan Anda di dunia maya, hashtag adalah cara paling ampuh untuk mengirim konten brand Anda ke audiens yang spesifik dan luas, di luar pengikut Anda. Teliti hastag terakhir atau ciptakan hastag Anda sendiri untuk memperkenalkan update Anda. Hashtag spesifik soal healthcare misalnya meliputi #hcsm #hcmkg #socialhc #WebMarketing.

Tips Twitter: Ketika staf Anda berada dalam sebuah acara industri, dorong mereka untuk berperan serta dalam hashtag stream. Mereka bisa ngetwit tentang pengalaman mereka dalam acara tersebut, me-retweet pengalaman orang lain dalam acara tersebut, dan pada saat yang tepat, tweet-lah link-link blog perusahaan Anda, update riset Anda dan tren acara itu.

(6) Manfaatkan URL yang Singkat
Jumlah maksimum sebuah pesan Twitter adalah 140 karakter. Ini tentu bukan ruang yang besar. Untuk mencapai secara optimal berbagi pesan dengan Twitter, coba gunakan URL yang singkat seperti bit.ly. Dengan URL singkat, bukan hanya kita mendapat ruang lebih luas, tapi juga dapat memanfaatkan analisis built-in seperti tingkat klik, tanggal, waktu, dan demografi.

Sumber: Kompas.com

Share