Buka Bersama TDA Jakbar 13/08/2011

TDA Jakbar] Silahturahim ~ Sentuhlah ia tepat di hatinya‏

Alhamdulillah, acara silahturahim terlaksana. Hadir para punggawa TDA Jakbar, tamu dari TDA Bekasi juga. Bahkan saya bertemu dengan teman kuliah yang sdh 8thn lalu tidak bertemu.

Diawali dengan perkenalan Pak Glen dan Ibu, Pak Budi, Saya, Mas Apri dan Mbak Dona (penyiar pas fm), Pak Imam Afsori dan Ibu, Pak Zaki dan Ibu (TDA Bekasi), Pak Darul, Pak Iwan, Pak Jiran. Disusul kehadiran Mas Peni tanpa s dan Pak Prady beserta calonnya :)

Sharing berjalan seru, tak terasa sudah waktunya berbuka, setelah berjamaah sholat magrib dilanjutkan makan Nasi Liwet Parahiyangan “Kang Jiran” kebanggaan TDA Jakbar dan sudah sangat dirindukan kehadirannya :) camilan lainnya, kroket Pak Iwan, Klappetart Bu Dian, es cincau, teh Zegar Pak Glen (Zegarnya nyata dan MenZegarkan), Kue Kering nan renyah ketika dikunyah Mbak Dona, pempek, tekwan dll…
Setelah kenyang kami pulang….oh ternyata tidak karena sambil makan terjadi diskusi seru dan materi pun berlanjut makin memanas hingga tak terasa sudah pukul 20.30 jika diperkenankan, enggan kami beranjak kalo perlu hingga waktu sahur mendengarkan materi ini…terdengar hebat kan?emang top markotop dah…

Seperti biasa materi dari Pak Glen sangat berdaging, empuk, gurih, kali ini bertemakan “segmentation customer”

Apa itu segmentasi, secara teori menyebutkan bahwa segmentasi adalah membagi pasar dalam group agar kita dapat memenuhi kebutuhan pasar tersebut.
Apa tujuan segmentasi?agar kita bisa mengidentifikasi pada group mana produk kita akan dipasarkan, sehingga kita dapat lebih fleksibel dalam menentukan harga.
Dimulai dari pertanyaan sederhana yaitu who?what?why?
1. Who » siapa yang akan beli
2. What » apa yang akan mereka beli
3. Why » mengapa mereka membeli produk kita
4. Apakah pembeli menggunakan rasio (logika) atau emosional?

Hukum ekonomi berkata
“Semakin tinggi permintaan, penawaran menjadi rendah, harga akan naik dan semakin rendah permintaan, penawaran akan tinggi dan harga menjadi turun”
Secara rasional hukum ekonomi berkata demikian namun pertanyaan Pak Glen yang cukup membuka pikiran “pasar Indonesia rasional atau emosional” ternyata pasar di Indonesia adalah emosional, apa buktinya?menurut Pak Glen buktinya adalah saham, ketika harga saham anjlok orang akan beramai2 menjual padahal seharusnya saat tepat untuk membeli, sedangkan ketika harga naik orang akan beramai2 membeli.
Bukti tersebut menurut saya sekarang sedang terjadi, saham saat ini sedang lesu orang berbondong2 menjual sahamnya dan beramai2 membeli logam mulia (emas, dinar) padahal harga emas sedang melambung tajam.

Ketika pasar menganut system emosional seperti ini maka kita harus mampu masuk ke alam emosi customer kita. Oleh karenanya dengan mampu menentukan segmen produk kita maka group customer makin mengecil dan detail sehingga emosional kita semakin terasah untuk memenuhi kemauan/kebutuhan customer. Pasar diibaratkan piramida, semakin mengkerucut harga akan semakin tinggi.

Kesimpulan saya adalah segmentasi memudahkan kita menentukan harga jual produk (tinggi atau rendah). Kini mulailah kita menentukan segmentasi produk kita. Sentuhlah ia tepat di hatinyan, ia kan jadi milikmu (lagunya ari lasso)

Semangat…

Demikian sharing ala Henri King yang lain silahkan menambahkan jika ada salah dalam penyampaian mohon koreksi :)

Matur nuwun


Henri King
Learning by Doing
TehSirihMerah. com │ PuteriCantik. com
☎ 081808606113
✉ henri@tehsirihmerah. com

Share